"Pelayanan Layaknya Keluarga."

Anda mungkin pernah mengalami rasa tidak nyaman di daerah leher setelah bangun tidur. Kondisi ini lebih sering dikenal dengan istilah “salah bantal”. Salah posisi tidur memang dapat menimbulkan nyeri pada leher, namun tidak hanya itu, kondisi nyeri leher yang telah muncul sebelumnya pun dapat mempengaruhi kualitas tidur anda. Kondisi tersebut tentunya dapat mempengaruhi aktivitas dan pekerjaan anda sepanjang hari.
Terdapat beberapa penyebab terjadinya nyeri leher saat bangun tidur :
1. Salah Posisi Tidur
Bila anda menyukai posisi tidur tengkurap, hal ini dapat meningkatkan risiko nyeri leher saat bangun tidur. Saat anda tengkurap, maka anda akan memutar kepala anda ke samping agar merasa lebih nyaman bernafas. Namun saat posisi ini terjadi dalam waktu lama, otot-otot di leher akan terus-menerus teregang. Ketegangan ini dapat menyebabkan nyeri ringan dan kekakuan pada tendon, otot, dan ligamen yang berakibat nyeri di leher Anda
2. Cedera Leher Sebelumnya
Cedera leher dapat terjadi pada saat olahraga, terjatuh, atau kecelakaan. Setelah cedera, Anda mungkin tidak langsung merasakan nyeri di leher, keluhan dapat dirasakan beberapa hari kemudian.
3. Kebiasaan Postur Yang Salah
Kebiasaan postur yang buruk seperti membungkuk saat bekerja, terus-menerus melihat ke ponsel atau komputer dapat membuat leher Anda nyeri. Posisi kepala yang terlalu condong membuat otot leher menopang beban yang lebih berat daripada posisi kepala netral sehingga berisiko lebih tinggi untuk menjadi nyeri dan kaku.
4. Penggunaan Bantal Yang Tidak Tepat
Untuk menghindari bantal yang terlalu tinggi atau bantal yang keras, karena bisa membuat leher menekuk selama kamu tidur dan menyebabkan rasa sakit saat kamu bangun.
Cara mengatasi nyeri leher saat bangun tidur :
1. Kompres Dingin
Kompres dingin baik dilakukan dalam 48 jam pertama ketika rasa nyeri atau cedera terjadi. Kompres ini dapat membantu meredakan peradangan dan nyeri akibat otot yang tegang. Kompres pada area yang nyeri dapat dilakukan selama 10 sampai 20 menit.
2. Kompres Hangat
Kompres hangat bermanfaat untuk merelaksasikan otot yang tengang serta mengurangi kekakuan pada otot. Hal ini dapat dilakukan dengan mandi air hangat atau menggunakan bantal penghangat.
3. Mengistirahatkan Leher
Hindari aktivitas yang membuat otot-otot leher bekerja lebih berat seperti menunduk, menoleh atau mendongakkan leher yang berlebihan. Hindari juga mengangkat beban yang berat serta aktivitas yang melibatkan gerakan leher yang berulang-ulang.
4. Minum Obat Pereda Nyeri
Bila nyeri sangat mengganggu aktivitas anda, anda dapat minum obat pereda nyeri yang dijual bebas sebagai terapi pertama. Sebaiknya bila rasa nyeri terus-menerus mengganggu konsultasikan kepada dokter.
5. Melakukan Peregangan atau Pijatan Ringan
Bila nyeri sudah mulai mereda, atau nyeri saat menggerakkan leher berkurang, anda dapat mulai melakukan peregangan. Anda dapat melakukan dalam posisi berdiri tegak atau duduk tegak. Lakukan teknik peregangan secara pelan, hentikan bila nyeri bertambah berat.