"Pelayanan Layaknya Keluarga."

Disebabkan oleh virus, polio menjadi penyakit menular yang menyebar dengan cepat. Virus polio dapat masuk melalui rongga mulut dan hidung, yang kemudian menyebar di dalam tubuh lewat aliran darah. Mirip seperti virus flu, virus polio juga dapat menular melalui percikan air liur.
Di awal masa infeksi, umumnya penyakit polio tak memiliki gejala khas, hanya berupa demam, sakit kepala, dan muntah. Penyakit ini kerap disalah artikan dengan sakit flu atau masuk angin, hingga akhirnya virus kian menyebar dan menyebabkan kelemahan hingga mati rasa di bagian tangan serta tungkai.
Polio dapat menyebabkan kelumpuhan permanen dan penderita polio terbanyak adalah balita yang belum mendapatkan vaksin atau imunisasi polio. Selain kelumpuhan permanen, polio juga menyebabkan gangguan pada saraf pernapasan sehingga penderita dapat mengalami kesulitan bernapas.
Berikut sejumlah cara yang dapat dilakukan sebagai langkah pencegahan polio.
1. Vaksin
Anggapan bahwa imunisasi atau vaksinasi adalah bagian dari konspirasi gelap, telah membuat angka imunisasi menjadi kian menurun, yang akhirnya membuat kasus polio menjadi mewabah. Penanganan pun dinilai stagnan dalam beberapa tahun ke belakang. Padahal, imunisasi adalah langkah pencegahan polio yang paling efektif. Imunisasi polio diberikan sebanyak empat kali dalam 4 bulan pertama kehidupan bayi. Lalu, dilanjutkan dengan imunisasi polio tambahan dalam PIN (Pekan Imunisasi Nasional) Polio yang dilaksanakan setiap tahun.
2. Mencuci tangan
Infeksi virus polio bermula dari mulut dan hidung, mirip dengan penyakit akibat infeksi virus lainnya. Memastikan tangan bersih sebelum menyentuh hidung dan mulut adalah langkah pencegahan polio paling mudah yang dapat dilakukan di mana saja.
3. Nutrisi untuk imun
Daya tahan tubuh yang baik adalah kunci untuk memerangi virus dari dalam tubuh. Beberapa cara yang dapat dilakukan untuk meningkatkan daya tahan tubuh ialah mencukupi kebutuhan cairan, konsumsi makanan kaya nutrisi dengan memadukan, sayur, daging, dan buah, konsumsi vitamin, serta mendapatkan waktu tidur yang cukup.
4. Kebersihan makanan dan minuman
Virus dapat hidup dalam air dan bahan makanan. Memasak air dan makanan sampai benar-benar matang dapat membuat virus mati dan gagal masuk dan menginfeksi tubuh.
5. Memilih toilet umum
Virus polio dapat menular lewat kontak dengan kotoran atau feses penderita. Karena itu, ada baiknya untuk memperhatikan kebersihan toilet umum sebelum digunakan. Terlebih toilet yang akan digunakan oleh balita. Selain memilih toilet, mencuci tangan dengan sabun usai menggunakan toilet umum adalah langkah wajib sebagai upaya pencegahan polio di tempat umum.
Berikut beberapa gejala yang muncul pada umumnya:
- demam
- sakit tenggorokan
- sakit kepala
- muntah
- kelelahan
- sakit atau kaku pada bagian punggung dan leher
- otot terasa lemah.
Gejala-gejala di atas umumnya akan bertahan selama setidaknya 10 hari. Sementara pada kasus yang lebih serius, virus polio bisa menimbulkan kelumpuhan.
Awalnya, pasien akan mengalami gejala ringan seperti di atas. Namun, pada satu pekan kemudian, ada beberapa gejala lain yang muncul. Berikut di antaranya:
- kehilangan refleks
- otot terasa lemah sangat intens
- kaki terkulai.
Orang tua disarankan untuk mewaspadai beberapa gejala virus polio pada anak di atas demi mendapatkan penanganan yang cepat dan tepat. Pasalnya, sekitar 1 dari 200 infeksi polio bisa menyebabkan kelumpuhan permanen.