Artikel Kuncup Ceria

"Pelayanan Layaknya Keluarga."

Gejala Anak Mengalami Dispraksia kategori : Info Anak

Dispraksia adalah kondisi neurologis yang memengaruhi kemampuan tubuh dalam mengatur koordinasi dan gerakan motorik. Kondisi ini dapat menyebabkan penderitanya kesulitan dalam merencanakan, mengorganisir, dan melakukan gerakan yang terkoordinasi, terutama gerakan yang kompleks.

Apa itu Dispraksia ?

Dispraksia adalah kondisi yang memengaruhi gerakan serta koordinasi tubuh. Kondisi ini dikenal juga sebagai gangguan koordinasi perkembangan. Dispraksia terjadi akibat adanya gangguan pada sel saraf otak yang mengontrol pergerakan otot (neuron motorik), sehingga otak sulit untuk memproses instruksi agar tubuh bergerak.

Dispraksia pada anak-anak dapat menyebabkan mereka kesulitan untuk merencanakan, memikirkan, dan mengontrol gerakan. Akibatnya, penderita kondisi ini akan merasa kesulitan dalam melakukan aktivitas fisik sehari-hari, seperti berjalan, lari, lompat, menulis, atau memegang suatu benda.

Gejala Dispraksia

Gejala Dispraksia pada Anak di Atas Usia 3 Tahun

Dispraksia pada anak yang sudah berusia di atas 3 tahun memiliki beberapa gejala sebagai berikut :

  • Kesulitan melakukan gerakan yang berkaitan dengan motorik halus, seperti menulis dan mengancingkan baju.
  • Sulit memproses kata-kata yang diterimanya.
  • Ceroboh dan mudah lupa.
  • Sulit berkonsentrasi.
  • Sulit memahami hal-hal baru atau kesulitan dalam belajar, menggambar, menggunting, dan sebagainya.
  • Kesulitan melakukan gerakan motorik kasar, seperti menendang atau menangkap bola, melompat, dan sebagainya.