"Pelayanan Layaknya Keluarga."

Keringat dingin adalah kondisi berupa keluarnya keringat berlebih dari dalam tubuh dan bukan diakibatkan oleh aktivitas fisik maupun temperatur udara. Beberapa bagian tubuh yang sering kali keluar keringat dingin adalah ketiak, telapak tangan, dan telapak kaki.
Keringat dingin sering kali disamakan dengan berkeringat di malam hari atau night sweat. Padahal, dua kondisi tersebut berbeda. Keringat dingin adalah kondisi tubuh yang bisa terjadi kapan saja, sedangkan night sweat hanya terjadi pada malam hari terutama saat Anda sedang tidur.
Penyebab keringat dingin sangat beragam, mulai dari rasa cemas berlebih, syok, infeksi bakteri, hingga kondisi medis tertentu. Berikut penjelasannya.
Bila keringat dingin disertai dengan sesak napas, nyeri dada, pusing, hingga penurunan kesadaran, Anda perlu mewaspadai kondisi ini sebagai tanda serangan jantung.
Gangguan kecemasan yang disebabkan oleh tanggung jawab yang berlebihan di rumah, di tempat kerja, atau di sekolah dapat memicu keringat dingin. Keringat dingin dapat menjadi gejala serangan panik, kecemasan sosial, dan kecemasan umum.
Menopause terjadi ketika keseimbangan dua hormon tubuh, estrogen dan progesteron, berubah secara dramatis dan siklus menstruasi berakhir. Seiring dengan hot flash yang tiba-tiba, keringat dingin adalah salah satu gejala fisik menopause yang paling mencolok.
Keringat dingin dapat muncul jika seseorang mengalami nyeri dan syok, baik itu karena cedera ataupun komplikasi dari suatu penyakit. Syok merupakan suatu kondisi berupa berkurangnya aliran darah yang membawa oksigen ke organ vital dalam tubuh, seperti otak dan jantung. Syok dapat berakibat fatal hingga mengancam nyawa jika tidak mendapatkan penanganan medis yang tepat sesegera mungkin.
Penyebab berikutnya dari keringat dingin adalah hipoglikemia. Hipoglikemia adalah kondisi medis yang sering kali menjadi komplikasi penyakit diabetes berupa rendahnya kadar gula darah dalam tubuh. Hipoglikemia juga dapat menimbulkan beberapa gejala lain, seperti kesemutan, lemas, jantung berdebar, tubuh gemetar, dan pucat.
Hipoksia berarti tidak cukup oksigen yang masuk ke organ-organ dalam tubuh. Ini bisa disebabkan karena tidak menghirup oksigen yang cukup. Hipoksia bisa terjadi saat menghirup asap, atau pergi ke tempat yang tinggi di mana pasokan udara berkurang. Karena otak kekurangan oksigen, tubuh merespons dengan keringat dingin dan gejala mental lainnya seperti kesulitan bergerakm kehilangan fokus, dan sulit bernapas.
Keringat dingin adalah salah satu bentuk reaksi sistem imun tubuh ketika terserang infeksi bakteri atau virus tertentu. Infeksi bakteri umumnya juga akan menunjukkan beberapa gejala lain, seperti nyeri otot, demam, dan lemas.