Artikel Kuncup Ceria

"Pelayanan Layaknya Keluarga."

Hati-Hati Jangan Menggerus Obat Sembarangan kategori : Info Kesehatan

Beberapa orang yang susah minum obat – khususnya pil - akhirnya menggerus obat tersebut agar bisa dengan mudah menelannya. Nyatanya, Anda tidak boleh sembarangan melumatkan obat. Ada jenis-jenis obat yang boleh digerus, namun ada pula yang tidak boleh.

Tidak semua obat dapat dihancurkan atau digerus untuk dapat ditelan serta untuk menggerus obat tidak boleh dilakukan sembarangan karena dapat mengubah cara kerja, efektivitas dan keamanan obat.

Penggerusan pun tak boleh asal-asalan. Alat penghancur obat yang digunakan harus bersih dan memadai.

Nah, untuk obat yang tidak boleh digerus di antaranya adalah :

  • Obat-obatan yang Bersalut Gula (Sugar-coated)

Lapisan gula pada obat sebetulnya fungsinya adalah untuk mengurangi rasa pahit obat. Bila digerus, alhasil obat akan terasa pahit jika ditelan. Bukannya memudahkan untuk minum obat, tetapi malah makin mempersulit.

  • Obat yang Memiliki Label “SR” (Sustained-release)

Obat yang ada tulisan “SR” pada kemasannya atau obat dengan lapisan lepas lambat, menandakan bahwa dosis obat tersebut akan diserap secara perlahan dan dilepaskan secara berangsur-angsur.

Apabila digerus, maka penyerapan obat akan lebih mudah dan cepat. Dikhawatirkan, dosis obat keluar secara bersamaan dalam jumlah yang besar dan bisa membahayakan kesehatan. Kode “SR” ini banyak dijumpai pada obat hormonal atau pil KB.

  • Obat Sublingual

“Obat sublingual atau obat yang diletakkan di bawah lidah, seperti obat nyeri dada, sebaiknya tidak digerus karena dapat mengurangi efektivitasnya,” kata dr. Devia.

  • Obat Kejang atau Obat Nyeri Sendi

Meski obat penurun demam dan pereda nyeri seperti parasetamol boleh digerus, tetapi dr. Devia mengatakan, obat yang digunakan untuk mengatasi kejang dan obat antinyeri sendi seperti natrium diklofenak tidak boleh digerus.

  • Obat-obatan yang Mengiritasi Lambung

Obat-obatan ini juga disebut dengan obat dengan lapisan enteri. Lapisan enteri mencegah obat tersebut pecah saat berkontak dengan asam lambung. Apabila digerus, lambung bisa mengalami iritasi dan manfaat obat pun hilang. Yang ada, malah timbul masalah kesehatan baru.