
Saat ini, baik orang dewasa maupun anak-anak rasanya sudah tidak asing dalam menggunakan perangkat elektronik maupun gadget.
Tentunya tidak baik bahkan dikhawatirkan dapat memunculkan pengaruh buruk bagi anak-anak. Oleh karena itu, orang tua perlu mengetahui pedoman dalam memberikan screen time bagi anak-anak.
Screen time adalah istilah yang digunakan untuk menjelaskan waktu yang digunakan untuk menatap layar elektronik, baik itu televisi, komputer, ponsel pintar, tablet digital hingga permainan video. Sedangkan Kementerian Kesehatan mendefinisikan screen time sebagai waktu yang dihabiskan untuk menonton televisi, menggunakan komputer, bermain video game, dan gadget.
Apa dampak buruk dari screen time yang berlebihan?
- Menimbulkan rabun jauh atau mata minus
- Ukuran kacamata bertambah bagi penderita mata minus
- Mengalami kelelahan mata (mata anak berair, tampak lebih merah, sering dikucek, berkedip, atau anak mengeluh pusing)
- Kurang kontak sosial dengan teman
- Perubahan perilaku pada Anak
- Stress
Tips membatasi screen time untuk anak
- Dianjurkan untuk tidak memberikan akses gawai kepada anak dibawah usia 2 tahun
- Terapkan aturan durasi main gawai kepada anak sesuai usianya. Di masa pandemi saat ini, ajarkan anak untuk membagi waktu menggunakan gawai untuk belajar dan sebagai sarana hiburan
- Buat waktu khusus untuk quality time bersama keluarga tanpa gawai dan lakukan aktivitas yang menyenangkan sebagai pengganti screen time. Hal ini juga dapat menambah kelekatan diantara orang tua dan anak.
- Orang tua juga perlu mengurangi screen time. Masa anak-anak penuh dengan rasa keingintahuan dan dikatakan bahwa anak-anak adalah peniru terbaik, jadi berikan contoh yang baik secara langsung agar anak-anak dapat meniru perilaku atau kebiasaan yang baik tersebut.